BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Untuk
mendekatkan diri pada tuhan maka harus menempuh jalan ikhtiar,salahsatu jalan
ihtiar yaitu dengan mendalami lebih jauh ilmu tasawuf ,untuk mengetahui sesuatu
maka pasti ada ilmunya,banyak dikalangan orang awam awam yang kurang mengetahui
tentang ilmu mengenal tuhan (Tarekat). pengertian tentang tarekat yaitu,Tariqah
adalah khazanah kerohanian (esoterisme), dalam Islam dan sebagai salah satu
pusaka keagamaan yang terpenting. Karena dapat mempengaruhi perasaan dan pikiran
kaum muslimin serta memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembinaan
mental beragama masyarakat.Masuknya tarekat ke Indonesia bersama dengan
masuknya Islam ketika wilayah Nusantara masih terdiri dari kerajaan-kerajaan
melalui perdagangan dan kegiatan dakwah. Sumber-sumber Cina menyebutkan ada
pembangunan pemukiman Arab dan boleh jadi pemukiman Muslim di pesisir barat
Sumatera pada 54 H/674 M. Wilayah ini merupakan rute perdagangan penting Arab
dan Cina, serta pelabuhan strategis bagi pedagang Arab, India dan Persia.
1.2. Permasalahan
Berangkat dari
latar belakang tersebut di atas, maka akan dibahas masalah pokok yaitu
Bagaimana sesungguhnya substansi dari Tarakat Dan
untuk memudahkan pembahasan, maka masalah pokok itu diuraikan
menjadi
beberapa sub masalah untuk bisa mengantar kita memahami
Tarekatdiantaranya:
- Pengertian Tarekat
- Sejarahnya Lahirnya Tarekat
- Istilah Tarekat
- Macam-Macam Tarekat
- Tata Cara Pelaksanaan Tarekat
- Revalansi Sosial Ajaran Tarekat
- Tasawuf Dengan Tarekat
- Hubungan Trekat dengan MPI
- Tujuan Tarekat
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Pengertian
Tarekat
Secara
harfiah, tariqah berarti jalan, mempunyai arti yang sama dengan syari’ah.
Banyak kosa kata yang dapat diartikan dengan jalan, seperti sabil sirat,
manhaj, atau minhaj, suluk, maslak,nusuk atau mansak.jadi tarekat yang berasal
dari bahasa arab yaitu “tariqah” memiliki banyak pengertian satu dianttra
seperti dikemukaan diatas, yakni jalan, sedangkan dalam bahasa Bahasa Indonesia
bermakna jalan menuju kebenaran.
Dalam memberikan
pengertian atau denefisi tarikat ini ada beberapa macam pendapat antara lain:
-
W. J. S. Poerwodarminto,
memeberikan
denefisi sebagai berikut : tarekat artinya jalan, jalan menuju kebesaran,(dalam
tasawuf), ilmutarikot ilmu tasawuf, cara atau aturan hidup, sebagai persekutuan
para penuntut ilmu tasawuf (Poerwodarminto 1020).
-
E. St Harahap, mengemukakan
tarikat
ialah jalan menuju kebenaran, ilmu kebaikan agama, persaudaraan dalam kebaktian
pada kerohanian. (E. St Harahap : 350).
-
J. Spenter Trimingham, mengemukakan
Tarikat ialah sesuatu method praktis untuk
menuntun (membimbing)
seorang murid secara berencana dengan jalan
fikiran, perasaan, dan
tindakan. Terkendali terus-menerus kepada suatu
rangkaian dari tingkatan-
tingkatan (Maqomat) untuk dapet merasakan hakikat
yang
sebenarnya. (J. Spenter Trimingham 3-4).
-
Asy-Syekh Muhammad Amin Al- Kurdi, mengemukakan
ﺍﻟﻃﺮﻴﻘﺔﻫﻲﺍﻟﻌﻣﻞﺑﺎﻟﺷﺭﻴﻌﺔﻮﺍﻻﺨﺫﺑﻌﺯﺍﺌﻤﻬﺎﻮﺍﻟﺑﻌﺪﻋﻦﺍﻟﮅﺴﺎﻫﻝﻔﻴﻤﺎﻻ
ﻴﻧﺑﻐﻰﺍﻟﮅﺴﺎﻫﻞﻔﻴﻪ
“Tarekat
adalah mengamalkan syari’ah,
melaksanakan beban ibadah dengan tekun dan menjauhkan diri dari sikap
memepermudah ibadah, yang sebenarnya memang tidak boleh dipermudah”.
ﺍﻟﻄﺮﻴﻘﺔﻫﻰﺍﺟﺘﻨﺎﺐﺍﻟﻤﻨﻬﻴﺎﺖﻈﺎﻫﺮﺍﻭﺑﺎﻄﻨﺎﻮﺍﻤﺗﺛﺎﻞﺍﻷﻭﺍﻣﺮﺍﻹﻟﻫﻴﺔﺑﻗﺪ
ﺭﺍﻟﻄﺎﻗﺔ
“Tarekat
adalah menjauhi larangan dan melakukan perintah tuhan sesuai dengan
kesanggupan, baik larangan dan perintah yang nyata maupun tidak batin”.
-
Hamkam mengatakan,
Maka diantara makhluk dan khalik itu ada
perjalanan hidup yang harus kita tempu. Inilah yang kita katakana Thariqat.
(Hamkam :104).
-
Syekh Al-jurjani
Mengatakan tarikat adalah atau tingkah laku
tertentu bagi orang-orang yang berjalan (beribadat) kepada allah melalui pos
manazil dan meningkatkan ketingkat yang lebih
tinggi yaitu stasion-stasion (maqomat) (Al-Jurjani : 123).
-
Abbas Husayn Basri
Tarekat adalah suatu jalan yang ditempuh
berdasarkan syaria’at Allah dan peraturannya, mengikuti perintah rasul saw.
Yang dating dengan segala petunjuk dan cahaya kebenaran.
Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa tarekat
sebagai suatu rumusan doktrin, metode dan teknikserta syarat tertentu yang
dipercaya bisa membawa seseorang pada pencapaian tujuan tasawuf . Kata tarekat
dalam al-Qur’an terdapat beberapa surat, yaitu :
- (Q.S. Taha Ayat 104)
ﻧﺤﻥﺃﻋﻟﻡﺑﻣﺎﯿﻗﻮﻟﻮﻥﺇﺬﯿﻗﻮﻝﺃﻣﺜﻟﻬﻡﻄﺮﯿﻗﺔﺇﻥﻟﺑﺜﺗﻡﺇﻻﯿﻮﻣﺎ
“Kami telah mengetahui apa yang mereka katakan ketika berkata
kepada orang yang paling lurus jalannya diantara mereka : kamu tidak berdiam
(di dunia) melainkan hanya sehari saja”.
- (QS. Al- Ahqaf Ayat 30)
ﻗﺎﻟﻮﯿﻗﻮﻣﻨﺎﺇﻨﺎﺴﻣﻌﻨﺎﮎﮅﺑﺎﺃﻨﺯﻞﻣﻦۢﺑﻌﺪﻣﻭﺴﻰﻣﺼﺪﻘﺎﻟﻣﺎﺑﻴﻦﻴﺪﻴﻪﻴﻬﺪﻯﺇﻟﻰ
ﺍﻟﺤﻖﻭﺇﻟﻰﻄﺮﻴﻗﻤﺴﺘﻗﻴﻡ
“Mereka berkata : hai kaum kami, sesungguhnya kami telah
mendengarkan kitab (al-Qur’an) yang telah diturunkan sesudah musa yang
membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan
kepada jalan yang lurus”.
- (QS. Al- Mu’minun Ayat 17)
ﻮﻟﺪﺧﻟﻗﻧﺎﻔﻮﻗﮐﻡﺴﺑﻊﻄﺭﺍﮨٕٕٕﻖﻭﻣﺎﮐﻧﺎﻋﻥﺍﻟﺨﻟﻖﻏﻔﻟﻴﻥ
“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah
jalan (tujuh buah langit) dan kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (kami)”.
2.2. Sejarah Lahirnya Tarikat
Lahirnya
tarikat tidak terlepas dari keberadaan tasawuf secara umum, terutama peralihan
tasawuf yang bersifat personal kepada tarekat sebagai suatu organosasi, yang
merupakan perkembangan, penglaman serta perluasan serta perluasan ajaran
tasawuf.
Beraneka
ragam asal kata tasawwuf. Salah satu yang dipandang paing dekat adalah kata suf
yang mengandung arti wol kasar. Pengertian ini dihubungkan dengan seorang yang
ingin memasuki tasawuf mesti mengganti pakain mewah dengan kain wol. Suf
digunakan sebagai kata yang memiliki makna simbolis, kesederhanaan,
ketidakterikatan, kepada dunia materi, dan selanjutnya melalui itu kedekatan
kepada Allah swt.
Menurut
termilogi, tasawuf merupakamn upaya pendekatan diri sedekat mungkin kepada
Allah, dengan menggunakan intuisi dan daya emosional spiritual yang dimiliki
manusia sehingga benar-benarmerasa berada di hadirat-Nya. Upaya pencapaian ini
dilakukan melalui tahapan-tahapan panjang yang disebut maqamat dan ahwal.
Dalam
korteks Trimingham berpendapat bahwa perkembangan tasawuf menjadi tarekat
mengalami proses panjang yang dapat membagi kedalam tiga tahapan yaitu :
Tahap pertama (khanaqah). Abad kencana mistisisme. Ruru dan majelis
muridnya yang sering kali berpindah-pindah tempat, mempunyai aturan yang
minimum untuk menempuh kehidupan biasa.
Tahap kedua (tariqah).abad ke tiga belas zaman seljud. Priode formatif
1100-1400
M. transmisi doktrin aturan dan metode. Silsilah tarekah yang berasal dari
seorang yang tercerahkan. Gerakan borjuis. Menyesuaikan dan menjanjikan
semangat mestikal dalam sufisme yang terorganisasi pada standar tradisi dan
legalisme.
Tahap ketiga (ta’rifah).abad kelima belas pada zaman pembentukan
kemaharajaan ottoman. Trasnmisi baiat bersama-sama doktrin dan aturan. Sufisme
menjadi suatu gerakan yang popular. Fondasi-fondasi yang terbentuk dalam
aliran-aliran tarekah.
Beberapa karakteristik yang dapat mewarnai masing-masing tahapan
perkembangan diatas. Karakteristik-karakteristik yang terpenting untuk tahapan
perkembangan yang pertama adalah sebagai berikut ;
-
Perumusan ajaran masih bersifat individual.
-
Pengikut menjalani kehidupan normal.
-
Atauran-aturan masih sederhana.
-
Aristokratik.
-
Metode utama adalah kontemplasi individual.
Karakteristik-karakteristik terpenting untuk tahap perkembangan yang
kedua adalah :
-
Mulai munculnya transmisi doktrin, metode dan
atauran secara sinambung, dengan menempatkan satu tokoh sebagai central figure.
-
Popularisasi
-
Standarisasi
-
Munculnya metode-metode komunal yang
standarisasi.
Karakteristik-karakteristik terpenting untuk tahap perkembangan yang
ketiga adalah :
-
Popularisasi berlanjut.
-
Pemecahnya mazhab kedalam cabang-cabang yang
banyak.
-
Bay’at komunal.
-
Kultus individual.
Seiring dengan berjalanya waktu komunitas ini menjadi oganisasi sufi,
organisasi sufi ini secara intelektual bertujuan melestarikan dan ajaran syekh
tertentu yang bias any adalah pendiraian dari tarekat tersebut. Secara
eksternal, organisasi ini memerankan kegiatan menyebarluaskan ajaran tersebut
ketengah masyarakat luas. Begitulah tasawuf yang lebih bernuansa teoritis
bermetamorfosa menjadi tarekat yang tidak saja teoritis tetapi juga berbentuk
organisasi formal.
2.3. Istilah Dalam Tarekat
Ada beberapa istilah tarekat antara lain adalah:
a.
Syariat
Kata
“Sayriat” berarti perjalanan atau peraturan, maksudnya para ahli tarekat
perpendapat berupa amaln-amalan lahir.
b.
Hakikat
ata “hakikat” berarti puncak atau kesudahan
sesuatu atau asal sesuatu. Arti lain adalah sebagai kebalikan dari sesuatu yang
tidak sebenarnya (arti kiasan). Namun didalam istilah tarekat berarti sebagai
kebalikan syariat yakni yang mengangkut batin.
c.
Ma’rifa
Ma’rifat berarti pengetahuan atau pengalaman.
Menurut istilah “ma’firat” adalah pengetahuan dalam mengerjakan syariat dan
hakikat. Para ahli tarekat berpendapat bahwa ma’rifat adalah sifat sufi yang
dapat bertingkat-tingkat.
d.
Tarekat
Kata ‘tarekata’ berarti jalan. Menurut istilah
tarekat adalah jalan atau cara yang ditempuh menuju keridhaan allah.
e.
Suluk
Kata “suluk” berart menempuh perjalanan. Kata
suluk berasal dari kata “salaka”. Dalam istilah tasawuf , suluk adalah ikhtiar
atau usaha dalam
menempuh jalan untuk mencapai tujuan tarekat.
Orang yang menjalankan ikhtiar tesebut dinamakan “salik”.
f.
Manazil
Manazil artinya tempat-tempat perhatian yang
dilalui salik yang melaksanakan “suluk”.
-
Masyahid
-
Maqamat
-
Kasbiyah
g.
Zawiyah
Zawiyah adalah merupakan suatu raung tempat
mendidik calon-calon sufi. Disebut juga tempat latihan tarekat yang dilengkapi
dengan mihrab untuk salat. Wujud zawiyah besa adalah asrima atau madrasah.
h.
Illa zikr naïf asbat
Kalimat “la ilaha ilallah” mengandung dua kata
peri-ada-an. Pertama kata “La” dan kedua kata “Illa”. Dan dua kata pula yang
menetapkan yaitu “ilaha” dan “Allah”. Dalam hal tersebut diatas ahli tarekat
member tiga tingkatan dalam pengerian, yaitu :
-
Tiada Tuhan melainkan Allah
-
Tiada ma’bud melaikan Allah.
-
Tiada maujud melainkan Allah
i.
As-sukr
As-sukr maksudnya sebagai salah satu sikap dalam
ibadah dan khalwat. Sehingga orang iu tidak sadar lagi akan dirinya.
Al-fana merupakan suatu tingkatan/golongan salik,
yang menurut mereka dapat terlihat diwaktu ia berpengaruh oleh perasaanya waktu
menjalankan ibadah, maksud lain ialah lupa segala sesuatu ketika beribadah
keculi yang disembahnya.
j.
Uslah
Usalah adalah salah satu praktek suluk dengan
mengasingkan diri khalayak ramai yang berbuat maksiat.
Khalwat, khalwat sebagai salah satu rangkaian
dalam suluk dengan jalan
menyendiri di tempat yang sunyi atau bertapa.
k.
Kasyaf
Kasyaf artinya terbukanya dinding antara hamba
dengan tuhan dalam tarekat. Empat dinding pembatas antara khalik dengan makhluk
menurut ahli tarekat yaitu :
-
Najis dan
hadas
- Haram
dan makhruh
- Akhlak
yang tercela
- Kelalaiam terhadap Tuhan karena pengaruh
dunia
l.
Silsilah
Silsilah adalah hubungan guru-guru tarekat yang
sambung bersambung dari bawah keatas yang perlu diketahui oleh
pengikut-pengikut tarekat.
Khirqah adalah, semacam ijazah yang diberikan
murid setelah mencapai suatu tahap dalam pengetahuan. Lebih lanjut dalam
pemberian “khirqah”
dibarengi dengan “wasiat” yaitu amanah atau
pesan-pesan penting dan khusus dari guru kepada muridnya.
m.
Wali
Wali adalah, seseorang yang telah mencapai
tingkat kesucian yang tinggi setelah melalui suluk. Dia mempunyai
kelebihan-kelebihan sebagai bukti-bukti dari kewaliannya.
Keramat adalah, keistimewaan yang dimiliki
seorang wali tersebut.
2.4. Macam-Macam Tarekat
1.
Naqsabandiyah
Tarekat Naqsabandiyah didirikan oleh Muhammad bin Baha’ al-Din Uwaisi
al-Bukhari al-Naqsabandi yang hidup pada tahun 717-791 H. dia dikenal dengan keahliannya
melukiskan kehidupan yang ghaib dan menyelam dalam lautan dan kesatuan dan
kefanaan.
Tarekat Naqsabandiyah mempunyai kedudukan yang istimewah karenal
berasal dari Abu Bakar. Tarekat ini mengajarkan tentang adap dan dzikir,
tawasul dalam tarekat, adap suluk, tentang salik dan maqam-Nya, Juga tentang
ribath.
2.
Qadiriyah
Tarekat Qadriyah didirikan oleh “Abd al-Qadir al-Jalani lahir
(1077-1166M). dia terkenal dengan kekuatan ma’rifatnya. Dasar-dasar pokoknya
ialah tinggi cita-citanya, menjaga kehormatan, baik pelayanan, kekuatan
pendirian , dan membesarkan nikmat tuhan.
Menurut tarekat Qadiriyah siapa
yang tinggi cita-citanya, naiklah martabatnya. Siapa yang memelihara
kehormatannya. Siapa yang baik khidmatnya, kekallah ia dalam petunjuk. Siapa
yang memebesarkan allah (karena ni’matnya) dia akan mendapatkan tambahan nikmat
dari-Nya. Diantara amalan-amalan tarekat Qadiriyah, dzikir adalah yang paling
penting. Anatara satu alairan dengan aliran yang lain.
3.
Bektasyi
Tarekat bektasyi diperkirakan telah ada di Mesir sejak abad ke-17 dan
ke-
18 M.
tarekat ini berhimpun para wali asal Turki Utsmani ke Mesir. Tarekat ini
mengalami perkembangan pesat pada masa khedive ismail.
Pada masa Sultan Mahmud II tarekat bektasyi dibubarkan, tetapi di
Mesir justru mendapatkan perlindungan dan mengalami perkembangan karena
penguasa Mesir pada waktu itu berasal dari kalangan tentara Turki pengikut
tarekat Bektasyi.
4.
Syadziliyah
Tarekat Syadziliyah adalah Abu
al-Hasan al-Sadzli yang terkenal dengan wirid dan kekuatan ilmunya. Menurut
tarekat Sadziliyah, takwa bisa dicapai dengan tindakan wara’ dan istiqomah.
Seorang bisa berpaling dari keduniaan dengan jalan mengambil I’tibar dan
bertawakal. Seorang bisa mencapai sikap ridha kepada allah dengan qana’ah
pasrah pada waktu senang dan susah.
5.
Rira’iyah
Pendiri tarekat Rifa’iyah adalah Ahmad bin Ali bin Abbas al-Rifa’i.dia
meninggal di Umm Abidah pada tanggal 22 Jumadil Awal Tahun 578 H.
bertepatan
pada tanggal 23 September tahun 1106 M. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa
ia meninggal pada bulan November tahun 1118 M. di Qaryah Hasan.
Para penganut tarekat ini terkenal dengan keramatan dan ketinggian
fatwanya. Di Aceh, tarekat Rifa’iyah terkenal dengan tradisi tabuhan Rafa’
kemudian disumatara ada permainan debus. Tarekat ini mamapumempunyai tiga
prinsip yaitu, tidak meminta sesuatu , tidak menolak sesuatu, dan tidak
menunggu sesuatu.
Menurut Sayyid Abdul al Faidl al-Manufi, ajaran tarekat Rifa’iyah
mempunyuai tiga dasar yaitu :
ﻭﻘﺎﻞ : ﻃﺮﻴﻘﺗﻧﺎﻤﺑﻧﻴﺔﻋﻠﻰﺜﻼﺜﺔﺍﺴﺎﺴﺎﻻﻧﺴﺌﻝﻭﻻﻧﺭﺪﻭﻻﻧﻧﺘﻇﺭ
Artinya
: tarekat kita dibina atas tiga dasar :
-
Tidak meminta sesuatu
-
Tidak menolak
-
Dan tidak menunggu
6.
Tsamaniyah
Tarekat Tsamaniyah didirikan oleh Muhammad Tsaman yang meninggal pada
tahun 1720 M di Madinah. Para pengikut tarekat Tsamaniyah biasa berdzikir
dengan suara keras dan melengking. Sewaktu melantunkan dzikir la ilaha illallah
dalam intensitas yang semakin cepat maka yang terdengar dari mulut mereka hanya
“hu” yang artinya “Dia Allah”. Tarekat Tsamaniyah mengajari para pengikutnya
ntuk memperbanyak shlat dan dzikir, menolong orang miskin, tidak diperbudak
kesenangan duniawi , menukar akal Basyariyah dengan akal rabbaniyah, dan
beriman secara tulus hanya kepada allah.
7.
Khalwatiyah
Tarekat khalwatiyah didirikan oleh Zhahiruddin (w. 1397 M) dan Syaikh
Qasim al-Khalwati di Khurasan. Tarekat Khalwatiyah merupakan cabang dari
tarekat Suhrawardi yang didirikan oleh ‘Abd Qadir Suhrawardi yang meninggal
tahun 1167 M. amalan tarekat Kahalwatiyah mampu mentransformasi jiwa dari
tingkat yang rendah dari tingkat yang lebih sempurna melalui tujuh tingkatan
nafs.
8.
Al-Hadad
Tarekat al-Hadad didirikan oleh Sayyid ‘Abdullah bin Alwi bin Muhammad
al-Hadad. Dia lahir di Tarim, sebuah kota yang terletak di Hadramaut, pada tanggal
5 Shafar tahun 1044 H. dia adalah pencipta ratib Hadad dan dianggap sebagai
salah satu seorang wali kutub dad arifin dalm ilmu tasawuf. Dia banyak
mengarang kitab dalam ilmu tasawuf diantaranya Nsaih al-Diniyah
(Nasehat-nasehat agama), dan al-Muawannah Fi Suluk Thariq al-Akhirah (Pandangan
mencapai hidup di akhirat).
Selain delapan tarekat yang disebutkan diatas tarekat mu’tabaruh yang
kurang, lebih berjumlah 41, antara lain:
Tarekat Akhbariyah, Badawiyah ,
Jastiyah, Bakriyah, ‘Ulumariyah, ‘Utsmaniyah, Aliyah, Abasiyah, Haddadiyah,
Maghribiyah, Ghaibiyah, Bayumiyah, Anfasiyah, Sanusiayah, Dan masih banyak
lagi.
2.5. Tata Cara Pelaksanaan Tarekat
Tatacara pelaksanaan tarekat anatara lain :
a.
Zikir,
yaitu ingat yang terus menerus kepada allah dalam hati serta menyebutkan
namanya dengan lisan. Zikir ini berguna
sabagai alat kontrol bagi hati, ucapan dan perbuatan agar tidak menyimpang ari
garis yang sudah ditetapkan Allah.
b.
Ratib
yaitu mengucapa lafal la ila ha illa Allah dengan gaya gerak dan irama
tertentu.
c.
Muzik,
yaitu dalam membacakanwirid-wirid dan syair-syair tertentu diiringi dengan
bunyi-bunyian (instrumentalia) seperti memukul rebana.
d.
Menari,
yaitu gerak yang dilakukan mengiringi wiri-wirid dan bacaan-bacaan tertentu.
Bernafas,
yaitu mengatur cara bernafas pada waktu melakukan dzikir yang tertentu
1.
Berbuat
dan mengisi waktu sefisien mungkin dangan segala wirid dan doa guna pemantapan
serta kekhusukan dalam mencapai maqomat (stasion) yang tinggi.
2.
Mengekang
hawa nafsu agar terhindar dari kesalahan yang dapat
menodai amal.
2.6. Pengaruh Tarekat di Dunia Islam
Tarekat
mempengaruhi dunia islam mulai abad ke-13. Kedudukan tarekat itu sama dengan
partai politik. Penyongkong tarekat Bektashi, umpanya adalah tentara Turki.
Oleh karena itu, ketika tarekat itu dibubarkan oleh Sultan Mahmud II, tentara
Turki
yang disebut Jenissari menentangnya. Jadi tarekat itu tidak hanya bergerak
dalam persoalan dunia yang mereka fikirkan.
Tarekat
keagamaan meluaskan pengaruh dan organisasi keseluruh pelosok negri, menguasai
masyarakat melalui suatu jenjang yang terancang dengan baik, dan memeberi
otonomi kedaerahan seluas-luasnya.
Disamping
itu, tarekat pada umumnya hanya berorientasi akhirat, tidak mementingkan dunia.
Tarekat menganjurkan banyak beribadah sajadan jangan mengikuti dunia ini karena
anggapan, ajaran ini nampaknya menyelewengkan umat Islam dari jalan yang harus
ditempuhnya. Dengan demikian sifat tawakal, menunggu apa saja yang akan dating,
Qadha dan Qadar yang sejalan dengan paham Asy’ariyah.
Pada
abad ke-19, timbul pemikiran yang sinis terhadap tarekat dan juga terhadap
tasawuf. Banyak orang yang menentang dan meninggalkan tarekat atau tasawuf.
Pada mulanya Muhammad Abduh sebenarnya adalah pengikut tarekat yang patuh
tetapi setelah bertemu Jamaluddin Al-Afghani, ia berubah pendirian dengan
meninggalkan tarekatnya dengan mementingkan dunia ini, di samping akhirat.
Akan
tetapi pada akhir-akhir ini, perhatian pada tasawuf timbul kembali karena
dipengaruhi oleh paham materialism. Orang-orang barat meliahat bahwa
materialisme itu memerlukan sesuatu yang besifat rohani, yang bersifat
immateri, sehingga bnayk orang yang kembali memperhatikan tasawuf.
2.7.
Hubungan
Tasawuf dengan Tarekat
Sebagaimana telah diterangkan bahwa tarekat
itu pada mulanya berarti sebagai tatacara dalam rangka mendekatkan diri kepada
alla dan digunakan untuk
sekelompok yang menjadi pengikut bagi oaring Syekh. Kelompok ini
kemudian dalam perkembangananya menjadi lembaga-lembaga yang mengumpul dan
mengkat dengan aturan-atauran yang telah ditentukan oleh Syekh.
Lembaga terikat ini merupakan kelanjutan
dari pada usaha pengikut sufi-sufi yang terdahulu. Perubahan bentuk dari
tasawuf kepada tarekat sebagai lembaga dapat dilihat dari perorangan, tetapi
akhirnya berkembang menjadi tarekat, sebagai lembanga tarekat yang lengkap
dengan unsur-unsurnya.
Dalam ilmu tasawuf, istilah yang terkait itu
tidak saja ditujukan kepada aturan yang digunakan oleh seorang Syekh terikat
dan bikan pula tergap kelompok yang menjadi pengikut yang salah seorang Syek
terikat, tetapi meliputisegala aspek ajarann-ajaran yang ada dalam agama islam
seperti, shalat, puasa, zakat, haji dan sebagainya.yang semuanya adalah
merupakan jalan atau car yang mendekatkan diri kepada Tuhan.
Sedangkan dalam tarekat yang sudah melembaga
bahwa tarekat itu adalah yang mencakup semua aspek ajaran islam seperti shalat,
zakat, puasa, jihad, haji dan lain-
lain. Pengalaman seorang Syekh, tetepi itu
ierikat dalam tuntunana dan bimbingan seorang Syekh.
Sebagaimana telah diketahui, bahwa tasawuf
itu secara umum adalah usaha mendekatkan diri kepada Than dengan melalui
pemyucian rohani dan
memperbanyak ibadah. Dengan demikian dapatlah kita katakana, bahwa
tasawuf itu adalah mendekatkan diri kepada Tuhan, sedangkan tarekat itu adalah
cara dan jalan yang ditempuh seseorang dalam usahanya mendekatkan diri itu
kepada tuhan.
Dengan demikian jelaslah hubungan antara
tasawuf dalam tarekat, yaitu tarekat itu bermula dari tasawuf dan berkembang
dengan berbagai macam faham dan alirang yang tergambar dalam adanya Thuruqush
Sufiyah (aliran-aliran tarekat) sehingga belakangan ini seseorang yang hendah
berkecimbung dalam kehidupan tsawuf pada umumnya adalah melalui aliran tarekat
ang sudah ada.
2.8.
Kekeluargaan
Tarekat
Pada zaman kekeyaan Baghdad banyak oaring
islam yang lebih mementingkan kehidupan duniawi dari pada keagamaan, maka
timbul ulama-ulama yang ingin memperbaiki kerusakan jasmani dan rohani dengan
mengembalikanumat kepada kehidupan yang sebenarnya, seperti pernah terjadi pada
masa nabi.
Dengan demikian terjadilah tarekat semacam
kumpulan amal, yang dipimpin oleh seorang guru,
yang dinamakan mursyid, syekh tarekat wakil yang biasa dinamakan
khalifah, Beberapa banyak pengikut
yang dinamakan murid dengan gedungnya untuk dapat melakukanlatihan atau ibadah
dan lain-lain yang bernama Ribath atau zawiyah. Kitab-kitab yang khusus
dipergunakan untuk keperluan itu, baik mengenai ilmu fiqih, maupun ilmu
tasawuf, yang diberi corak suatu tarekat
khusus, mempunyai dzikir atau doa serta wirid yang khusus pula.
Perjanjian-
perjanjian tertentu dari murid terhadap gurunya disebut dengan bai’at
dan lain-lain. Hingga tarekat merupakan sesuatu kekeluargaan, ukhuawah yang
berada satu sama lain.
2.9.
Hubungan
Tarekat dengan MPI
Tarekat sebagai petunjuk untuk melakukan
sesuatu dalam beribadah dalam ajaran yang dapat dicontohkan seperti shalat,
zakat, puasa, jihad, dan lain-lain. Serta pengalaman seorang guru (Syekh) dan
murid tetapi pada umumnya itu terikat dengan tuntutan dan bimbingan
seoarang Syekh.
Dengan demikian MPI sangatlah memerlukan
tarekat dalam kehidupan sehari-hari, karena guru didalam masalah ini sangatlah
berperan penting bagi seorang mahasiswa, dalam pembelaharan ilmu tasawuf dan
tarekat. Kalau
seseorang tidak mendekatkan diri kepada Allah maka merugilah mereka,
tetapi apabi kita dapat menjalankan perintah dan dapat menjauhi larangannya
insya Allah hidup kita akan terasa tenang, tentram, serta Mpi juga akan menjadi seorang pemimpin menurut
syari’at islam.
2.10.
Tujuan
Tarekat
Secara umum, tujuan
terpenting dari sufi adalah agar berada sedekat mungkin kepada allah. Akan
tetapi apabila diperhatikan karakteristik bertasawuf secara umum, terlihat
adanya tiga sasaran yaitu:
1.
Bertujuan untuk pembinaan aspek moral. Aspek ini
meliputi wujud kestabilan jiwa yang berkeseimbanagan penguasaan dan
pengendalian hawa nafsu yang konsisten.
2.
Untuk ma’rifatullah melalui penyikapan langsung
atau metode al-kasyf al-jihab. Tasawuf ini sudah bersifat teoritis dengan
seperangkat ketentuan khusus yang dinformasikan secara sistematis dan analisis.
3.
Membahas bagaimana sistem pengenalan dan
pendekatan dari allah secara mistis filosofis, pengkajian garis hubungan antara
tuhan dan makhluknya, terutama hubungan manusia dengan Tuhan, dan apa arti
dekat dengan tuhan.
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian-uraian diatas dapatlah
disimpulkan bahwa tarekat merupakan usaha pendekatan diri kepada Allah SWT
dengan sekat mungkin melalui penyesuain ruhani, dan memperbanyak dalam
beribadah. Ajaran-ajaran tekat hurus wajib ditempuh untuk memmperbanyak akhlak
yang baik, menjaga perkataan, serta perbuatan yang kiata lantunkan terhadap
guru (seorang dosen), teman sahabat atau keluarga. Karena kita adalah seorang
pemimpin yang baik dan bijaksana nantinya. Oleh karena itu diharapkan kita
dapat untuk merubah prlaku yang manusia kepada yang lebih baik atau akhlakul
karimah, dan dapat menjalankan dengan sebaik-baiknya didalam kehidupan
masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar